Cascading Style Sheets.

Tampilkan postingan dengan label Flash Fiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Flash Fiction. Tampilkan semua postingan

FF 100 Kata

Ia melepas dekapanku sambil membenahi kancing bajunya yang kuacak-acak. Aku kecewa.

“Udah malem. Balik, yuk.“

“Tapi kita kan baru aja ketemu? Aku masih kangen, Honey ...” aku memelas.

“Malam minggu besok kita kan bisa ketemu lagi, Sayang?”

“Ah, gak asyik! Sampai kapan kita mau umpet-umpetan kayak gini?” aku cemberut.

“Sabar, ya Sayang … 'kan kata dokter, umurnya tinggal delapan bulan lagi?”

“Itu masih lama banget! Aku pengennya dia mati sekarang, biar kita bisa bebas!” aku bersemangat.

“Hish! Gak boleh ngomong kayak gitu sama pamanmu sendiri, nanti kualat.”

Aku terdiam. Aku tak mau kualat.

Andi Eksak


Gadis Penjaga Kios

“Silakan, Kakaaaa!”

“Mampir, Kakaaaa!”

“Diliat-liat dulu, Kakaaa!”

Para gadis penjaga kios handphone berlomba menarik perhatian pengunjung. Benar kata temanku, kebanyakan dari mereka berwajah oriental, bermata sipit dan cantik-cantik. Seorang gadis berambut pirang menarik perhatianku.

“Boleh, Kakaaa!”

Senyum manis itu menyambutku. Wajahnya cantik seperti personel girlband. Inilah yang menjadi salah satu daya tarik bagi para pengunjung.

“Gak bisa kurang?”

Aku coba menawar. Setelah menyepakati sebuah harga, aku pun pulang. Aku tak sabar untuk segera memainkannya. Sesampainya di rumah, aku pun mengotak-atiknya. Kuelus-elus, kusentuh, tapi entah mengapa tiba-tiba bergetar dan berdering dengan keras.

“Awww! Pelan-pelan, Kakaaaa!” 



Koruptor


Seorang pria bersetelan jas mewah duduk di belakang meja dengan penuh wibawa. Meja kerja dari kayu jati selebar meja ping-pong itu tampak begitu mewah. Di atasnya ada sebuah pulpen Caran d'Ache lengkap dengan dudukan kristalnya, miniatur menara Eiffel dari perak asli dan foto yang membingkai wajah istri dan kedua anaknya.

Di meja itulah setiap hari ia menandatangani berbagai macam surat dan transaksi. Pundi-pundi rupiah pun mengalir dari setiap tender yang disetujuinya. Tak heran rekeningnya pun gendut, segendut perutnya.

Ia mengibaskan foto dirinya dalam ruang kantor setahun yang lalu itu, untuk mengusir nyamuk yang masuk dari celah jeruji besi di hadapannya.

Labels

3D CSS (1) Accordion (2) Blockquote (2) CSS Animation (33) CSS Hover (1) CSS Slide (15) CSS Style (12) Design (1) Flash Fiction (3) Gallery (15) Giveaway (1) Javascript (4) JPG (1) Lay Out (2) Navbar (2) Parallax (9) PNG (1) Posting (20) Pure CSS (38) Responsive (1) Script (1) Scrolling (9) SVG (2) Tribute (3) Video (1)
Diberdayakan oleh Blogger.